
Suatu hari seorang anak kecil sendiri dan menangis meratapi nasibnya,bapaknya tukang judi dan suka memukul,ibunya pergi entah kemana,mungkin tidak tahan dengan kelakuan suaminya itu.anak itu menangis tersedu,pipinya merah bekas telapak tangan bapaknya.tubuhnya menggigil akibat rasa sakit dan takut serta lapar yg bersinergi menyerang tubuhnya yang kurus.Dia menghampiri Seoarang tua yg cukup terpandang dikampung itu,dan bertanya " Pak haji kenapa nasib jelek ini menimpaku?,kenapa harus aku yang menerima beban ini?".
Kejadian diatas tentu sering kita alami dengan kasus yang berbeda.Seringkali Timbul Dalam Benak kita meski tidak terucap dalam pembicaraan,mengapa harus aku yang mengalaminya.kenapa tidak ditimpakan pada orang lain. dan banyak keluhan dan pertanyaan menggelanyut dalam benak kita.Dalam Kacamata Qur'an telah disebutkan "Tidaklah Aku Menguji Seseorang melainkan atas Kemampuannya".Dapat kita ambil sebuah makna bahwa semua yang diberikan pada kita tentu sudah ditakar atas kekuatan kita.Dalam artian bahwa semua yg ditimpakan(lebih tepat yg dianugrahkan) pada kita baik itu sebuah luka dan kecewa serta beban ataupun bencana tentu sudah ditimbang berdasarkan kekuatan kita untuk memecahkannya,demikian juga dengan kebahagiaan atau kekayaan tentulah sudah disesuaikan dengan kemampuan kita untuk dilimpahi anugrah tersebut.Dengan bahasa lain bahwa kita adalah orang yg tepat menurut allah untuk mendapatkan cobaan dan ujian (dalam bentuk kesedihan atau kebahagiaan),karena jikalau ditimpakan pada orang lain belum tentu mereka kuat untuk memangku anugrah itu.Bukankah disetiap ujian ada kenaikan tingkat?demikian juga dg ujian tuhan,bilamana kita mampu melewatinya maka kenaikan derajat akan menjadi milik kita,derajat lebih tinggi dimata allah dan dimata manusia.
Dari sudut pandang yang berbeda erbesentanu penulis buku Quantum Ikhlas menjelaskan tentang hukum tarik menarik yang berlaku di alam “Universal Law of Attraction”.
bahwasanya apa yg kita pikirkan dan kita pendam dalam hati secara focus dan continue akan menjadi kenyataan dan terjadi.
”Anda menarik apapun yang paling sering anda pikirkan, apakah anda menginginkannya atau tidak. Berpikir tentang sesuatu hal – baik ataupun buruk – sama saja dengan merencanakan hal itu terjadi. Jika anda berfikir tentang keindahan, maka anda merencanakan keindahan untuk terjadi dalam hidup anda. Jika anda berfikir (mencemaskan) tentang kesulitan, berarti anda mencemaskan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup anda” (Quantum Ikhlas : 51 –52)
Dalam bahasa saya penjabaran dari erbesentanu adalah bagaimana kita mengatur mainset,memanajemen olah pikir,rasa dan karsa.menyatukan semuanya dalam hati dan pikiran serta terus menerus dan disertai usaha nyata untuk mewujudkannya.
Pada akhirnya memang kata ikhlas adalah kunci dari semua perbuatan kita,berpikir positif pada rencana tuhan dan melakukan mainset ulang terhadap tujuan hidup kita adalah bahan bakar untuk mendorong laju mesin kehidupan kita.Tentu saja berusaha untuk tetap dalam jalur yang seharusnya adalah rambu rambunya.



