Indonesia Membaca

Selasa, 29 Juli 2008

Mengapa Harus Aku ????


Suatu hari seorang anak kecil sendiri dan menangis meratapi nasibnya,bapaknya tukang judi dan suka memukul,ibunya pergi entah kemana,mungkin tidak tahan dengan kelakuan suaminya itu.anak itu menangis tersedu,pipinya merah bekas telapak tangan bapaknya.tubuhnya menggigil akibat rasa sakit dan takut serta lapar yg bersinergi menyerang tubuhnya yang kurus.Dia menghampiri Seoarang tua yg cukup terpandang dikampung itu,dan bertanya " Pak haji kenapa nasib jelek ini menimpaku?,kenapa harus aku yang menerima beban ini?".

Kejadian diatas tentu sering kita alami dengan kasus yang berbeda.Seringkali Timbul Dalam Benak kita meski tidak terucap dalam pembicaraan,mengapa harus aku yang mengalaminya.kenapa tidak ditimpakan pada orang lain. dan banyak keluhan dan pertanyaan menggelanyut dalam benak kita.Dalam Kacamata Qur'an telah disebutkan "Tidaklah Aku Menguji Seseorang melainkan atas Kemampuannya".Dapat kita ambil sebuah makna bahwa semua yang diberikan pada kita tentu sudah ditakar atas kekuatan kita.Dalam artian bahwa semua yg ditimpakan(lebih tepat yg dianugrahkan) pada kita baik itu sebuah luka dan kecewa serta beban ataupun bencana tentu sudah ditimbang berdasarkan kekuatan kita untuk memecahkannya,demikian juga dengan kebahagiaan atau kekayaan tentulah sudah disesuaikan dengan kemampuan kita untuk dilimpahi anugrah tersebut.Dengan bahasa lain bahwa kita adalah orang yg tepat menurut allah untuk mendapatkan cobaan dan ujian (dalam bentuk kesedihan atau kebahagiaan),karena jikalau ditimpakan pada orang lain belum tentu mereka kuat untuk memangku anugrah itu.Bukankah disetiap ujian ada kenaikan tingkat?demikian juga dg ujian tuhan,bilamana kita mampu melewatinya maka kenaikan derajat akan menjadi milik kita,derajat lebih tinggi dimata allah dan dimata manusia.
Dari sudut pandang yang berbeda erbesentanu penulis buku Quantum Ikhlas menjelaskan tentang hukum tarik menarik yang berlaku di alam “Universal Law of Attraction”.
bahwasanya apa yg kita pikirkan dan kita pendam dalam hati secara focus dan continue akan menjadi kenyataan dan terjadi.
”Anda menarik apapun yang paling sering anda pikirkan, apakah anda menginginkannya atau tidak. Berpikir tentang sesuatu hal – baik ataupun buruk – sama saja dengan merencanakan hal itu terjadi. Jika anda berfikir tentang keindahan, maka anda merencanakan keindahan untuk terjadi dalam hidup anda. Jika anda berfikir (mencemaskan) tentang kesulitan, berarti anda mencemaskan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup anda” (Quantum Ikhlas : 51 –52)
Dalam bahasa saya penjabaran dari erbesentanu adalah bagaimana kita mengatur mainset,memanajemen olah pikir,rasa dan karsa.menyatukan semuanya dalam hati dan pikiran serta terus menerus dan disertai usaha nyata untuk mewujudkannya.
Pada akhirnya memang kata ikhlas adalah kunci dari semua perbuatan kita,berpikir positif pada rencana tuhan dan melakukan mainset ulang terhadap tujuan hidup kita adalah bahan bakar untuk mendorong laju mesin kehidupan kita.Tentu saja berusaha untuk tetap dalam jalur yang seharusnya adalah rambu rambunya.
Read More......

Jumat, 18 Juli 2008

Labirin Lazuardi; Langit Merah Saga


Melangkah bersama doa
menyusuri jejak Tuhan
pada angin memukul ranting
batu terkikis embun
karena aku tak bertuan
datang menjemput
pahatan waktu.

Bismillaah,
mengapa harus kuteriakkan
bila jejak begitu dekat
mematri nadi Read More......

Senin, 14 Juli 2008

Nasib Daun


Sehelai Daun Jatuh Ketanah
Sehelai Daun Luruh Dalam Kesedihan
Sehelai Daun Renggas Dalam kepedihan
Sehelai Daun Terjebak dalam Kesendirian



Read More......

Jumat, 11 Juli 2008

Jilbab @ Piagam Kemenangan Atas Islam



Sebuah Pernyataan yang menggugah jiwa dan membuka tabir keindahan memakai jilbab.Jika piala atau piagam atas kemenangan sebuah lomba atau acara kita sangat bangga dan akan kita perlihatkan kepada orang lain,Tetapi masih banyak wanita/perempuan/cewek/akhwat yang belum mau menggunakan piagam kemenangannya.

Piagam Kemanangan apa ? dan kemenangan atas apa ? itu mungkin yang akan menjadi pertanyaan.Jilbab adalah piagam kemenangan seorang wanita atas perlombaan ketaatan atas perintah allah dan rosul NYA,karena ketaatannya maka wanita dihadiahi piagam berupa jilbab untuk kehormatannya.Tapi masih banyak yang tidak mau menggunakannya dengan berbagai alasan yang tentunya sangat klasik.Yang penting hatinya yang dijilbabi bukan fisiknya tentu saja sangat gampang disanggah,urusan hati siapa yg tahu,kita menilai dari yg kelihatan --meski ada don't judge book by a cover,jika buku dibaca hati manusia yg lebih dalam dari samudra dibaca ? -- sama juga menilai keikhlasan mana ada manusia yang mngeerti keikhlasan seseorang.pada alasan lain banyak kok yang berjilbab tapi maksiat,nah alasan ini memang konyol tapi tentu lebih banyak yang maksiat tanpa jilbab.memang seharusnya jilbab itu sebagai rem atas perbuatan maksiat tapi kadang rem juga blong sebagaimana rem mobil,maka periksalah rem kita,bagaimana cek rem jiwa ? jiwa kita akan ter rem secara otomatis jika kita banyak ingat kepada tuhan."dengan banyak mengingat,akan menyucikan hati" demikian agama mengajarkan.Tetapi pada perkembangan jilbab semakin banyak jilbab yang hanya digunakan sebagai trend saja,jauh dari nilai penghargaan dan keimanan.ada yang menyebut jilbab gaul,kepala dikerudungi tapi pusar kelihatan,bentuk tubuh tercetak jelas.itu bukan piagam penghargaan tapi melecehkan diri sendiri.bukan seperti itu yang diajarkan.Pada akhirnya kita coba kembalikan apakah kita akan menunjukkan piagam kemenangan kita atas islam atau masih malu mengakui identitas sebagai umat muslim?
Semoga Tuhan membarikan petunjuk.
Read More......

Rabu, 02 Juli 2008

Jangan Mendahului Takdir



Jangan mendahului takdir,Salah satu kata yang sangat populer bagi kita.bukan kalimatnya yang membuat saya kagum,tapi cara pandang atas kalimat ini yang membuat saya tertegun.sudut pandang yang digunakan untuk memaknai kalimat ini sungguh-sungguh sangat cerdas,optimis dan visioner.

JIka sebagian orang mengartikan jangan mendahului takdir sebagai penghambat rencana,takut terjadi hal2 yang buruk dan segala macam penghambat atas sebuah rencana.Tapi 'arai' memaknai hal itu terbalik,sangat cerdas,tidak mendahului takdir dimaknai kita harus berusaha sekuat tenaga karena kita juga belum tahu takdir kita dan belum tentu takdir kita akan sejelek imajinasi atau pikiran kita.jika posisi kita sedang 'tidak beruntung' maka tidak mendahului takdir dimaknai bahwa kita pasti bisa 'di atas' asal benar-benar berusaha dengan keras.
Dalam kasus arai yang hanya seorang pelajar yang tidak mampu,dia bermimpi untuk sekolah keluar negeri.orang pasti mengatakan 'mustahil',tetapi itu malah memacu arai dan meyakinkannya,bahwa takdir kita belum final,takdir kita yang menentukan sehingga asal berusaha dengan sungguh-sungguh pasti bisa,kata sebuah produk "Imposible is nothing".Dia berpikir jika dia menyerah dalam menggapai mimpi berarti dia telah mendahului takdirnya yang mungkin benar benar bisa sekolah keluar negeri.Dan yang terjadi memang arai berlari mengejar takdir tapi tidak mendahuluinya,arai bisa sekolah di osborne di prancis,setelah jatuh bangun banting tulang memeras keringat bercucuran darah.
Bukankah kisah arai patut kita contoh,untuk terus mengejar mimpi dan tidak mendahului takdir
Read More......